Latest Post

Kisah misteri, Kisah mistis nyata seorang karyawan penghuni mess yang diganggu sosok gaib yang menyeramkan, kisah horor ini terjadi saat sang karyawan ini tinggal sendirian di mess karyawan yang angker
Ramdani

Kisah Mistis karyawan penghuni mess, kisah horror mess angker (frepic)


SuaraSoreang.id - Kisah mistis nyata ini berasal dari salah satu karyawan di sebuah perusahaan yang bekerja di bidang keuangan. Seorang pria yang bernama Agil Saputra.

Pada 6 bulan yang lalu, cerita mistis ini bermula saat Agil memiliki kesempatan untuk naik jabatan dengan beberapa syarat yang harus dia tempuh sebelumnya


Melansir kanal youtube Podcast Horor Night Story pada 3 November 2022 kisah misteri ini dialami Agil Saputra saat mengikuti pelatihan di sebuah mess yang berada di luar kota.

Setelah lama bekerja di salah satu perusahaan yang ia ahli di bidangnya yaitu di bidang keuangan, akhirnya ia mendapati tawaran untuk naik jabatan. Tidak membuang kesempatan itu, Agil pun menyetujuinya, meski dengan syarat ia harus bepergian ke luar kota untuk melakukan pelatihan selama 2 minggu.


Agil yang begitu semangat ingin naik jabatan pun tidak menghiraukan harus tinggal di sebuah mess dengan karyawan-karyawan lain yang ikut bergabung. Ia merasa mudah bersosialisasi dengan yang lainnya walaupun hanya ia sendiri yang berasal dari luar kota.

Selama 6 hari pertama dari pelatihan itu, Agil merasakan semuanya berjalan normal. Tidak ada yang aneh, ia melakukan pelatihan dengan tekun.


Namun, di hari ke 7 pada saat itu pelatihan diliburkan. Semua karyawan yang mengikuti pelatihan kembali pulang. Agil yang tinggal di luar kota merasa tanggung kalau harus pulang, apalagi dengan jarak yang jauh belum lagi dengan biaya transportasi tambahan. Akhirnya, hanya Agil yang tersisa untuk tinggal di mess.

Pelatihan biasanya dimulai dari jam 08.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Pada saat itu, sudah pukul 09.00 malam. Bahkan satpam yang bertugas untuk menjaga mess pun hanya berjaga sampai pukul 22.00 malam. Jadi, tepat setelah jam kerjanya selesai, satpam itupun pulang.

Sebelum pulang, satpam itu berbicara kepada Agil "Aku pulang dulu ya mas. Mas Agil berani kan disini sendirian?" Tanya satpam tersebut dengan nada seperti meragukan.


"Beranilah, masa nggak." Jawab Agil dengan percaya diri.

Kemudian Agil pun kembali masuk ke mess, lalu menuju ke dapur hendak membuat kopi.

Karena keadaan mess sangat sepi. Suara sekecil apapun menjadi tiba-tiba bergema dan membuat situasi mess angker

Terdengar Suara Ketukan dari Balik PintuIllustrasi jin wanita (sumber:)

Pada saat Agil sedang membuat kopi, terdengar suara ketukan dari arah pintu depan. Agil pun keheranan, siapa yang mengetuk pintu karena sudah tidak ada siapa-siapa. Tapi ia tetap mengecek, barangkali memang ada orang.

Pada saat dicek, ternyata tidak ada siapa-siapa. Ia yang merasa dikerjai, kembali ke dapur untuk mengambil kopi yang sudah ia buat.

Dikarenakan ada banyak lubang ventilasi di dinding dapur, Agil merasa kedinginan karena tiba-tiba angin berhembus sangat kencang. Ia pun tak sengaja seperti melihat sepasang mata yang memerhatikan. Namun, pada saat diperhatikan ternyata tidak ada apa-apa. Agil pun mencoba untuk tidak perduli dan pergi ke kamarnya.

Pada saat di kamar, setelah menghabiskan beberapa jam dengan mengulang materi dari pelatihan yang sudah ia dapat, tepat tengah malam Agil merasa mengantuk. Ia pun berjalan ke arah jendela yang ada di sebelah kasurnya dan menutup jendela itu rapat-rapat.

Ia mulai tertidur. Sayup-sayup suara mulai terdengar, angin kecil sedikit berhembus ke arah Agil yang sedang tertidur, membuat Agil tersadar dan melihat jendela itu sudah terbuka. Aneh pikirnya, perasaan tadi sudah ia tutup. Agil pun mulai berfikir ini bukan ulah manusia.

Agil lalu menutup jendela itu kemudian kembali ke kasur untuk melanjutkan tidurnya dengan posisi memunggungi arah jendela.


Agil yang setengah sadar, memutar badan dan melihat ke arah jendela. Sedikit kaget, ia melihat ada tangan putih pucat memegang jendela. Perlahan-lahan Agil mulai menelusuri siapa sosok itu. Ternyata, betapa mengejutkan Agil yang sedang tertidur, sosok itu memakai baju putih dengan mata yang memerhatikan Agil di kasur. Berambut panjang menjuntai dengan mata yang melotot, namun wajahnya tidak cukup jelas.

Agil kembali memunggungi jendela itu, untuk menghindari sosok tersebut. Namun, Agil masih ada rasa penasaran untuk menoleh ke arah jendela dan masih tampak sosok tersebut berdiri memerhatikan ia dengan tangan menjulur ke jendela.

Mencoba untuk tidak takut, Agil bersikap untuk melanjutkan tidur, namun tidak bisa. Sudah berulang kali ia melihat ke arah jendela. Bahkan sampai 5 kali lebih Agil masih diperhatikan oleh sosok ghaib yang mengganggunya itu.

Agil yang sudah tak kuasa menatap sosok yang mulai kelihatan bahwa wajahnya itu nampak hancur dengan bercucuran darah itu pun kembali tidur, memunggungi jendela dan menutup tubuhnya dengan selimut.

Berharap untuk bisa tidur dari tengah malam karena ia sudah terlalu lama terjaga, namun sayang tetap tidak bisa. Merinding = dan kalut perasaan yang ia punya selama itu.

Sampai akhirnya, adzan subuh terdengar. Agil tak menyangka ternyata sudah sampai subuh ia diganggu oleh sosok ghaib menyeramkan itu sampai-sampai ia tidak tidur lagi.


Ia pun memberanikan diri untuk melihat ke arah jendela dan betapa melegakan akhirnya sosok itu sudah tidak ada.

Esok harinya dimulai, ia pun beraktivitas seperti biasa dengan memaksa untuk melupakan kejadian malam kemarin.(*)

Kisah ini diceritakan salah satu diver ojek online (ojol) yang biasa menarik penumpang dari malam hingga pagi hari atau istilahnya, ngalong. Simak kisahnya!
Mustafa Iman
Kamis, 16 Februari 2023 | 21:08 WIB

Pak Edo, drivel ojol yang mendapatkan penumpang mahluk astral. (Tangkapan layar channel Youtube Lonceng Mystery)


Poptren.suara.com - Kisah ini diceritakan salah satu diver ojek online (ojol) yang biasa menarik penumpang dari malam hingga pagi hari atau istilahnya, ngalong.

Adalah Pak Edo, salah satu ojol yang memang sudah langganan narik ngalong dalam melakukan aktivitas kesehariannya. Hal itu didasari pengalaman beberapa penumpang yang cerita kepadanya jika susah sekali mencari jasa ojol di tengah malam.


Wajar saja, Jabodetabek merupakan wilayah yang memiliki ritme tinggi bagi para pekerja, jadi jangan heran jika ada pekerja yang lembur hingga tengah malam, bahkan dini hari.

Menjalani aktivitas ojol sejak 2014 hingga sekarang, mungkin ini adalah pengalaman paling menakutkan bagi Pak Edo selama ia menjalani profesinya sebagai ojol.


Cerita dimulai ketika ia mendapatkan order dari seorang penumpang di sekitaran Universitas Pamulang menuju Sudimara, Tangerang. Usut punya usut, ternyata penumpang tersebut menunggu di komplek pemakaman di dekat Jalan Nangka.

Pak Edo menceritakan jika saat itu cuaca hujan deras. Namun ia komitmen untuk mengambil order sang penumpang dengan mengenakan jas hujan. Setiba di lokasi, ternyata penumpang tersebut adalah seorang pria yang sudah menunggunya di tengah jalan pemakaman.


"Dia berdiri di tengah pake payung," cerita Pak Edo, seperti dinukil Poptren dari dalam kanal Youtube Lonceng Mystery, kamis (16/2/2023).

Penumpang tersebut langsung bergegas naik sambil menyarankan Pak Edo bergegas keluar dari wilayah tersebut.

Yang mengejutkan Pak Edo, pintu portal komplek pemakaman menutup sendiri ketika ia melintasinya. Tentu ia tak habis pikir, siapa yang menutup portal tersebut, kaena saat itu ia tak melihat orang sedikit pun, karena situasinya hujan deras.


"Hujan, hujan deres. kalo gerimis masih mending," tegasnya.

Sambil jalan, sang penumpang tak hentinya mengucapkan terima kasih kepada Pak Edo yang mau mengambil ordernya.

"Saya berterima kasih sekali bapak udah mau ambil, sudah lima kali order saya ditolak dengan berbagai macam alasan" cerita Pak Edo menirukan pengakuan sang penumpang.


Sang penumpang pun bercerita bahwa ia ditinggal di komplek pemakaman tersebut oleh temannya, karena yakin bisa mendapatkan ojol. Tapi apa lacur, orderan yang dilakukan sang penumpang tak kunjung diterima oleh ojol, hingga muncullah Pak Edo yang menerima ordernya.

Kemudian dalam perjalanannya menuju tempat tujuan, ada satu cerita sang penumpang yang diingat Pak Edo adalah kisah sebuah kuburan yang berantakan di lokasi tadi ia mengambil sang penumpang.

Diceritakan sang penumpang bahwa peristiwa itu dikarenakan sang mayit belum disempurnakan, dan minta dibukakan tali pocongnya.

Setelah sang penumpang rampung bercerita, Pak Edo berpesan kepada sang penumpang agar usai tiba dirumah untuk mandi dan melakukan shalat untuk menghilangkan efek negatif di wilayah tadi. Maklum, wilayah tersebut merupakan pemakaman umum.

"Nanti sampai rumah bapak wudhu dan shalat," pesan pak Edo pada sang penumpang.

Usai sampai di lokasi, sang penumpang memberikan uang yang berlebih dari nilai ordernya. Tentu saja Pak Edo menerimanya dengan senang hati.


"Nih pak, saya gak ada apa-apa. Bapak bisa makan, bisa ngopi, dan bisa bawa buat keluarga,'' ucap sang penumpang.

"Terima kasih ya pak, bapak sudah bawa saya. Saya akan melapor ke Gojek besok supaya bapak dijaga jangan sampai bapak dipecat oleh Gojek," tambahnya.

Singkat cerita, usai menerima uang dari penumpang tadi, keterkejutan Pak Edo ditambah bahwa ia menemukan tali pocong di jok belakang motornya.

"Nggak tau itu penumpang saya orang yang ngebuka talinya, terus ditaro di motor saya," kisah Pak Edo seraya menyerahkan bukti tali pocong pada sang host, Gilang Ahaditya.Tali pocong yang diceritakan Pak Edo sedang dipegang Gilang Ahaditia. (sumber: Tangkapan layar channel Youtube Lonceng Mystery)

Pak Edo bahkan menawarkan apakah Gilang ingin menyimpan tali pocong tersebut atau tidak, dan Gilang pun menolaknya.

"Cuman ya nanti akan saya kubur, bukannya kenapa, karena apa, ini kembali ke tanah, karena ini ada yang punya. Mudah-mudahan saya bisa ngaji sedikit, doa sedikit, lah," tandasnya.


Diakhir cerita, edo mengungkap bahwa para ojol yang kerap ngalong memang tak sekali dua kali mendapatkan penumpang-penumpang yang 'unik'. Tapi meski begitu, ia pun tak pernah kapok untuk ojol ngalong hingga saat ini.

"Hanya orang lintas malam itu yang punya banyak cerita," pungkasnya.



Secara gamblang Bu Lies yang ternyata ibu kandungku itu menceritakan asal - usulku yang sebenarnya. Bahwa ayahku bukan lelaki yang bertanggung jawab. Ketika Bu Lies hamil tua, malah minggat dengan seorang cewek muda belia. Dahulu Bu Lies dan Mama tetangga dekat dan masih sama - sama tinggal di Jogja. Pada saat itu keadaan Mama sudah lumayan mapan, sementara Bu Lies hidup pas - pasan. Apalagi setelah ayahku minggat dengan cewek belia itu, Bu Lies harus mencari nafkah sendiri dalam keadaan hamil tua pula.


Karena itu Bu Lies menyandarkan hidup kepada Mama. Saat itu Mama memang bukan orang tajir, tapi kehidupannya jauh lebih baik daripada Bu Lies. Maka terjadilah perjanjian, bahwa kalau bayinya sudah lahir akan diberikan kepada Mama. Tapi biaya melahirkan dan makan sehari - hari Bu Lies ditanggung oleh Mama.


Lalu lahirlah bayi itu yang lalu diberi nama Fajar oleh Bu Lies. Mama senang sekali karena belum punya anak laki - laki, Mama meminta agar Fajar tetap disusui oleh Bu Lies. Sementara diam - diam Bu Lies mendaftarkan diri untuk menjadi TKW di Hongkong, yang kata orang - orang gede gajinya itu. Bu Lies pun terbang ke Hongkong yang dibiayai oleh yayasan yang biasa merekrut para TKW untuk bekerja di luar negeri.


Setelah setahun tinggal di Hongkong, Bu Lies berjumpa dengan seorang pengusaha asal Indonesia yang sudah sukses di Hongkong. Kebetulan pengusaha asal Indonesia itu baru ditinggal mati oleh istrinya.


Kebetulan pula Bu Lies di masa mudanya memang cantik. Pengusaha tajir melilit itu pun jatuh cinta kepada Bu Lies.


Tanpa memandang usia yang berbeda jauh, Bu Lies pun menerima lamaran pengusaha itu. Lalu mereka menikah di Hongkong. Dan tetap tinggal di sana dengan status yang berbeda. Bu Lies bukan TKW lagi, melainkan sudah jadi istri seorang pengusaha besar.


Sepuluh tahun kemudian, suami Bu Lies mengajak pulang ke Indonesia, karena usianya sudah tua sekali dan tidak sanggup mengembangkan usahanya lagi di Hongkong. Katakanlah dia sudah ingin pensiun dari dunia bisnis. Namun simpanannya di bank sangat banyak. Tanahnya pun di pulau Jawa banyak. Ada yang di Jabar, Jateng dan Jatim. Karena itu mereka pulang ke tanah air bukan sebagai panglima yang kalah perang. Karena depositonya di bank saja takkan habis dimakan oleh tujuh turunan.


Setelah berada di tanah air, suami Bu Lies yang sudah tua renta itu pun jadi sering sakit. Dan akhirnya meninggal dunia lima tahun yang lalu. Atas dasar surat wasiat yang ditinggalkan oleh almarhum suami Bu Lies, semua harta dan simpanannya di bank diwariskan kepada Bu Lies semua.


“Begitulah ceritanya, “ kata Bu Lies di akhir penuturannya, “Memang setelah berada di tanah air, aku sering ingat pada anakku. Tapi aku ingin jadi orang yang teguh pada perjanjian. Karena pada saat aku memberikan dirimu kepada wanita baik yang jadi Mama angkatmu ini aku sudah menandatangani perjanjian. Di perjanjian itu tertulis bahwa aku takkan mengganggu gugat anakku di hari kemudian. “


Bu Lies yang ternyata ibu kandungku itu menbghela nafas panjang. Lalu melanjutkan, “Untungnya wanita yang kamu panggil Mama ini bijaksana orangnya. Kalau tadi dia tutup mulut, aku takkan menyangka kalau Fajar itu kamu Bon. Aku sangat menghargai kebijaksanaan mamamu ini. Sehingga aku bisa ditertemukan dengan satu - satunya anak kandungku, yakni kamu Bona. Untuk menghargai kebijaksanaan mamamu ini, aku tidak akan mengganti namamu menjadi Fajar lagi. Biarlah kamu tetap bernama Bona, agar tidak menyakiti hati beliau. Aku pasrahkan masalah Bona ini ke tanganmu Yan, “ kata Bu Lies kepada Mama yang nama lengkapnya Maryani itu.


Mama menjawab lirih, “Aku sangat menyayangi Bona laksana sayangnya ibu kepada anak kandungnya. Tapi hubungan darah di antara kalian berdua tak boleh diputuskan begitu saja. Jadi begini saja ... Bona tetap manggil Mama padaku, lalu kepada Lies mungkin bagusnya manggil Mamie, supaya tidak tertukar - tukar ya. “


“Iya ... iyaaa ... aku setuju itu, “ sahut Bu Lies yang mulai saat ini harus kupanggil Mamie itu.


“Jadi Bona tetap boleh menganggapku mamanya, tapi dia juga haruis menerima bahwa Lies itu mamie kandungnya. Tentang di mana Bona mau tinggal, bebas sajalah. Mau ke rumahku di Subang ... pintu rumahku tetap terbuka sampai kapan pun buat Bona. Mau tinggal di sini apalagi, karena dia punya pekerjaan pula di sini kan ?”


Mamie memegang bahuku sambil bertanya lembut, “Keinginan Bona sendiri bagaimana ?”


Spontan kujawab, “Pokoknya aku sayang keduanya, baik kepada Mama mau pun kepada Mamie. Malah semakin menyenangkan karena mulai saat ini aku jadi punya ibu dua orang. Heheheee ... “


“Iya ... kami berdua sayang kamu Bon, “ kata Mamie alias Bu Lies, “Ohya ... sekarang Yani mau nginep di sini kan ?” Mamie menatap ke arah Mama.


“Sayang sekali ... sekarang sih aku gak bisa nginap Lies. Kapan - kapan deh aku sengaja nginap di sini, biar kita bisa ngobrol panjang lebar. “


“Memangnya ke Subang mau naek apa ?” tanya Mamie.


“Dari Solo ada bus yang lewat Subang Lies. “


“Mmmm ... begini aja, “ kata Mamie, “Sekarang anterin Mama ke Subang, ya Bon. “


“Iya Bu, eh Mamie, “ sahutku.


“Waduh ... dari sini ke Subang itu jauh sekali Lies. “


“Nggak apa - apa. Yang penting Bonanya sanggup kan ?” Mamie menoleh padaku.


“Sanggup Mamie. “


“Sebentar ... aku mau ngomong dulu sama Bona ya Yan, “ kata Mamie.


“Silakan, “ sahut Mama.


Lalu Mamie memijat tombol lift sambil memegang pergelangan tanganku. Pintu lift terbuka, aku dan Mamie masuk ke dalamnya. Kemudian lift itu bergerak ke lantai tiga.


Di kamarnya Mamie memegang kedua tanganku sambil berkata, “Ternyata kita ini ibu dan anak kandung Sayang. “


“Iya Mam. Aku kaget sekali mendengar semuanya ini. Sedangkan kita sudah melangkah begitu jauh. Bagaimana ke depannya nanti ?”


Mamie ma;lah mencium bibirku. Lalu berkata setengah berbisik, “Takdir juga yang membuat kita harus seperti ini. Biarin aja. Kita lanjutkan aja hubungan rahasia kita. Kamu masih mau melanjutkannya nggak ?”


“Mau Mam. Sudah telanjur jauh sih. “


“Bagus. Mamie juga udah telanjur jatuh cinta padamu Sayang. Biarlah kita lanjutkan aja. Tapi awas ... Mama jangan sampai tau ya. “


“Iya Mamie. “


“Sekarang antarkan dulu Mama pulang gih. Mumpung masih siang. Pilihlah mobil mana yang mau kamu pakai. Ingat ... sekarang semua yang kumiliki adalah milikmu juga, karena kamu satu - satunya anak kandungku. “


“Iya Mam. Tapi Mamie masih bisa hamil kan ?”


“Bisalah. Selama belum menopause, berarti perewmpuan itu masih bisa hamil.”


“Lalu kalau Mamie hamil olehku nanti gimana ?”


“Justru itu yang mau kubicarakan denganmu. Tapi besok aja setelah kamu pulang dari Subang, kita bicarakan lagi semuanya secara matang yaaa. Mmm ... Bona ... Bona ... ternyata kamu ini anak kandungku ... tapi aku telanjur jatuh cinta padamu mmmmmwuaaaaah.... “ Mamie mencium bibirku. Lalu mengeluarkan dua gepok uang seratusribuan dari brankas.


Diserahkannya uang itu padaku sambil berkata, “Yang seikat kasihkan sama Mama, yang seikat lagi untuk membeli pertamax dan makan di jalan. “


“Iya Mam. Terima kasih. Tapi Mam ... masih ada yang kuinginkan, “ kataku sambil menyingkapkan daster Mamie, “Pengen megang tempik Mamie dulu ah ... “


Mamie melotot, tapi lalu menahan tawanya. Dan dibiarkannya saja kurayapkan tanganku kebvalik celana dalamnya, lalu mengelus - elus tempiknya sebentar.


Kemudian kukeluarkan lagi tanganku dari balik celana dalam Mamie. “Aku pamit dulu ya Mam, “ ucapku setelah mencium bibir Mamie dengan kehangatanku.


“Iya ... ati - ati di jalan ya Sayang. Gak usah ngebut. “


“Iya Mamie Sayang. “


Kemudian aku dan Mamie masuk ke dalam lift dan turun ke kamarku lagi, di mana Mama masih duduk di sofa kamarku.


“Ayo Mam ... sekarang aja pulangnya mumpung masih siang ?“ tanyaku sambil menyerahkan seikat uang pemberian Mamie, “Ini dari Mamie, “ kataku.


“Iiih banyak banget Lies ?!”


“Ah ala kadarnya aja Yan. Mohon maaf gak disuguhin makan. Tapi Bona udah dikasih duit tuh buat makan di jalan. “


“Iya, terima kasih ya Lies. Kapan mau maen ke Subang ? Aku udah bubar sama suamiku lho. “


“Ohya ?! Kenapa ?”


“Biasa penyakit laki - laki. Maen gila mulu sama cewek yang jauh lebih muda daripada aku. “


“Begitu ya ?! Gak ada mendingnya. Aku pilih yang jauh lebih tua, biar udah kenyang maen perempuan. Tapi ya gitu ... gak ditinggal maen gila sama cewek, tapi ditinggal mati Yan. “


“Gak apa - apa. Kita jalanin aja suratan takdir kita masing - masing. “


“Iya, iyaaaa ... semoga perjalanannya lancar ya Yan. “


“Iya Lies. Aku pamit ya, “ kata Mama sambil cipika - cipiki dengan Mamie.






Beberapa saat kemudian Mama sudah duduk di samping kiriku, dalam sedan Mamie yang sudah kujalankan menuju Solo, kemudian memutar menuju Jogja.


“Bagaimana perasaanmu sekarangf ? Bingung atau gimana ?” tanya Mama.


“Malah jadi plong. Karena Mama bukan ibu kandungku. Jadi aku bebas melakukan apa pun dengan Mama sekarang kan ?”


“Iya. Hihihiiii ... pikiranmu kok malah sama dengan pikiran mama. “


“Berarti Mama juga kangen entotanku lagi kan ?”


“Iyaaa ... lagi hamil gini mama malah pengen begituan mulu. “


“Kalau gitu kita cek in aja di Jogja ... di hotel yang kita pakai dahulu itu Mam. Hitung - hitung nostalgia. “


“Iya. Hotel itu sangat bersejarah bagi kita ya. “


“Mmm ... Mbak Weni, Mbak Rina dan Mbak Lidya pada tau gak kalau aku ini bukan anak kandung Mama ?”


“Nggak ada yang tau. Kan waktu kamu mama terima dari Mamie, mereka masih kecil - kecil. Weni juga baru berumur tiga tahun. Belum ngerti apa - apa. “


“Kalau sudah terbuka gini, apakah mereka bakal dikasihtau atau nggak ?”


“Kasihtau aja. Gak apa - apa. Toh hubunganmu dengan mereka bakal tetap baik. “


“Iya. Aku akan tetap menganggap mereka saudara - saudaraku, “ sahutku dengan pikiran melayang - layang. Teringat apa yang sudah kulakukan dengan Mbak Weni, dengan Mbak Rina dan Mbak Lidya.


Sedan built up Jerman yang kukemudikan ini pun meluncur terus ke arah Jogjakarta.
Ibu lies



Setibanya di hotel yang bersejarah bagiku dan bagi Mama, kami mendapatkan kamar paling belakang. Dan gairahku tak terkendalikan lagi. Mungkin karena aku sudah tahu bahwa Mama itu bukan ibu kandungku. Selain daripada itu Mama sedang hamkil, membuatku penuh kepenasaranan. Seperti apa memek wanita yang sedang hamil itu.


Mama pun tampaknya sudah kangen sekali padaku. Begitu masuk ke dalam kamar hotel, Mama merangkul leherku ke dalam pelukannya. Lalu mencium dan melumat bibirku dengan hangatnya.


Sambil menanggalkan gaun batiknya, Lalu Mama berkata, “Kamu mama urus sejak bayi dengan penuh kasihsayang Bon. Mama sayang sekali padamu, laksana sayangnya seorang ibu kepada anak kandungnya. Tapi sejak kita melakukan semuanya di dalam hotel ini, pandanganku padamu jadi berubah. Laksana memandang seorang pangeran yang datang untuk mengobati luka di hati mama. “


“Aku juga sama Mam. Dan sekarang, setelah aku tau Mama bukan ibu kandungku, aku jadi semakin bergairah lagi ... terlebvih - lebih setelah mendengar Mama sedang hamil ... hihihiiiii ... jadi gemes ... ingin melihat dan merasakan memek wanita hamil ... “


“Jadi biarkan aja janin di perutku ini tetap tumbuh dan membesar nanti ?” tanya Mama sambil melepaskan beha dan celana dalamnya.


“Biarkan saja Mam. Biar nanti aku yang membiayai semuanya. Sekarang statusku kan sudah jelas, sebagai anak tunggal seorang wanita yang berada. “


“Nanti kalau Rina dan Lidya tau, gimana ya ?”


“Biarin aja. Kalau perlu, kuhamili juga mereka nanti. Supaya tidak ada yang complain pada kehamilan Mama. “


“Hihihiiii ... jadi rame dong rumah di Subang nanti. Ada tiga bayi lahir ke dunia. Memangnya kamu bisa memperlakukan mereka sekehendak hatimu ?”


Sambil mengusap - usap perut Mama yang belum kelihatan buncit, aku menyahut, “Bisa Mam. Tapi tentu saja aku takkan sewenang - wenang pada Mbak Rina dan Mbak Lidya. Yang jelas, pada waktu aku diwisuda itu kan mereka datang ke sini. “


“Iya, memang mama yang nyuruh mereka datang untuk menghadiri wisudamu. “


“Nah ... mereka ingin merasakan seperti apa rasanya bersetubuh itu. Lalu mereka menyerahkan keperawanan mereka padaku. Tapi jangan marahi mereka nanti ya Mam. Kalau Mama marahi mereka, bisa - bisa minggat mereka nanti dari rumah. “


“Owh ... begitu ? Mmmm ... mama mau pura - pura tidak tau aja soal itu sih. “


“Itu lebih baik Mam. Tapi pada saat itu mereka sudah menyiapkan pil anti hamil segala. Makanya kalau aku mau menghamili mereka, aku akan melarang mereka memakai pil anti hamil lagi.”


“Menurut mama sih, ide menghamili mereka itu kurang tepat Bon. Kalau masalah mama hamil nanti, mama akan berusaha membuat mereka bisa menerima kenyataan ini. Bahwa mereka akan punya adik baru ... anakmu ini, “ kata Mama sambil mengusap - usap perutnya.


“Iya ... makanya nanti Mama jelaskan saja, bahwa aku ini bukan anak Mama. Dan kita sengaja melakukan hubungan badan, sebagai balas dendam kepada Papa yang main gila terus, “ ucapku sambil menggerayangi memek Mama yang selalu membangkitkan kerinduanku.


Aku mengangguk sambil menjauhkan tanganku dari memek Mama. Kemudian kutanggalkan seluruh benda yang melekat di tubuhku, sampai telanjang bulat seperti Mama.


Lalu aku naik ke atas bed di mana Mama sudah celentang sambil merenggangkan kedua belah pahanya. Tadinya aku ingin mulai dengan menjilati memeknya yang selalu menggiurkan itu ... tembem dan agak ternganga, dengan jengger membuka ke luar pula.


Tapi Mama berkata, “Jangan pake jilat - jilatan memek segala. Ini udah basah sekali Sayang. Belakangan ini memek mama memang sering basah, sambil membayangkan dientot sama kamu lagi. Masukkan aja kontolmu langsung Bona Sayang ... “


Mendengar ucapan Mama seperti itu, aku pun mengikuti keinginannya. Langsung aku tengkurap sambil mengarahkan moncong kontolku ke mulut tempik Mama. Dan ... benar saja. Begitu kudorong kontolku, langsung masuk sekujurnya ke dalam liang memek Mama tercintaku.


“Tuh kan ... langsung ambles semua ... “ ucap Mama sambil merengkuh leherku ke dalam pelukannya.


“Gak apa - apa perutku menghimpit perut Mama begini ?”


“Nggak apa - apa. Masih kecil kok perutnya. Nanti kalau perut mama sudah buncit, tanganmu harus menahan agar perutmu tidak terlalu menghimpit perut mama. Ayo entotin kontolmu Sayang. “


Aku pun mulai mengentot seperti yang Mama inginkan. Memang becek liang memek Mama kali ini. Tapi hal ini justru membangkitkan gairahku untuk melampiaskan kekangenanku kepada Mama yang telah merawatku dari bayi hingga dewasa. Bahkan aku sendiri yang dikuliahkan sampai S1. Sementara anak - anak kandungnya sendiri (Mbak Rina dan Mbak Lidya) hanya memiliki ijazah D3. Sementara Mbak Weni Do sejak semester 3. Bukankah itu berarti betapa Mama menyayangiku dan selalu mengobarkan semangat belajarku agar berhasil mencapai gelar sarjana ?


Karena itu aku ingin sekali membalas kebaikan Mama itu dengan apa pun yang bisa kulakukan.


Mama pun tampak sangat enjoy dengan aksiku kali ini. Mulutku terus - terusan disumpal dengan lumatan hangatnya yang seolah ingin melekatklan bibirnya ke bibirku selama persetubuhan ini berlangsung.


“Bon ... kenapa ya kali ini mama merasa lebih enak disetubuhi olehmu ? Nih ... niiiih ... niiiih Booooon ... ini mama udah mau lepas Boon ... “ desis Mama yang sedang merapatkan pipinya ke pipiku.


Lalu Mama berkelojotan. Entotanku pun sengaja kupercepat, untuk menanggapi situasi seperti ini.


“Booonaaaa .... aaaaaa ... “ mulut Mama ternganga. Nafasnya tertahan. Sekujur tubuhnya mengejang. Perutnya agak terangkat. Dan kubiarkan kontolku menancap di dalam liang sanggama Mama. Liang yang lalu terasa berkedut - kedut kencang. Disusul dengan hembusan nafas Mama, “Aaaaaaaah ... luar biasa nikmatnya Boooon ... “


Kutatap wajah cantik Mama yang tampak memancarkan sinarnya yang begitu cemerlang.


“Kok cepat sekali lepasnya Mam ?” tanyaku sambil mengusap - usap dahi Mama yang keringatan.


Mama menyahut, “Karena Mama terlalu kangen padamu Sayang. Jadi ... entotanmu terasa nikmat sekali. Makanya mama gak bisa bertahan lama. Jangan digerakkan dulu kontolmu ya. Mama ingin menghayati keindahan yang barusan mama rasakan. “


“Iya ... santai aja Mam, “ sahutku sambil memperhatikan handphoneku di atas meja kecil di samping bed yang tengah kupakai menyetubuhi ibu angkatku ini. Aku berusahamenjangkaunya. Dan berhasil.


Ternyata ada WA dari ... Mbak Artini alias tanteku ... !


Kubuka WAnya. Isinya singkat sekali -Sayang ... aku kangen sekali padamu Yang ... -


Aku tercenung sesaat. Lalu meletakkan hapeku di bawah bantal. Tanpa kubalas.


Padahal aku sedang berada di Jogja. Kalau aku mau, dalam tempo 15 menit pun aku sudah bisa tiba di rumah Tante Artini. Memang aku harus memprioritaskan wanita yang satu itu. Karena biar bagaimana, akulah yang telah merenggut keperawanannya.


Tapi dia itu adik kandung Mamie. Berarti dia itu tanteku sendiri.


Lalu apa yang harus kulakukan ? Apakah aku harus menghentikan hubungan rahasiaku dengan ibu kos yang sudah begitu mencintaiku ?


Tidak.


Secara moral aku harus menghentikan hubunganku dengannya. Tapi secara kemanusiaan, aku tak boleh mencampakkannya begitu saja. Aku harus berusaha untuk tetap membahagiakannya. Tapi bagaimana kalau Mamie tahu bahwa aku punya hubungan dengan Mbak Artini ? Apakah Mamie takkan marah ?


Akhirnya aku mengayun kembali kontolku dengan gerakan yang lumayan cepat. Dan berusaha untuk membuat Mama orgasme lagi. Lalu aku akan berpura - pura ejakulasi pada saat dia orgasme nanti. Agar dia mengira telah terjadi pencapaian puncak kenikmatan secara berbarengan. Kemudian aku akan berpura - puramau ke rumah temanku dulu karena ada urusan “penting”. Padahal aku akan menjumpai Mbak Artini di rumahnya ... lalu mengentotnya segila mungkin, agar perasaan kangennya reda. Dan sebenarnyalah aku sendiri pun sudah kangen sekali padanya ... !


Booon ... oooh ... Boooon ... ini sudha mulai enak lagi Saayaaaang ... iyaaaa ... iyaaaa . entot terus Booon ... entot teruuuuussssss ... ini luar biasa enaknyaaaaa ... aaaaaah .... aaaaa .... aaaaah ... “ Mama merintih - rintih sambil berusaha menggoyangkan bokongnya ... memutar - mutar dan meliuk - liuk. Sehingga batang kontolku terasa dibesot - besot oleh liang memeknya yang licin tapi tetap legit ini.


Belasan menit semuanya ini berlangsung. Sehingga wajah dan leher Mama mulai mengkilap oleh keringatnya sendiri.


Sampai pada suatu saat, Mama menatapku sambil berkata terengah, “Sayang ... ooooh ... mama mau lepas lagi Sayaaaang ... “


“Iya Mam ... barengin ya ... aku juga udah mau ngecrot ... “ ucapku berbohong. Padahal aku masih jauh dari ejakulasi.


Lalu kupercepat entotanku, sementara Mama sudah berkelojotan lagi. Dan akhirnya mengejang tegang. Pada saat yang sama kutancapkan kontolku sedalam mungkin.


Lalu ketika liang memek Mama berkedut - kedut kencang, aku pun mengejut - ngejutkan kontolku seolah sedang ejakulasi ... !


Lalu ... aku pura - pura terkulai lemas di atas perut Mama.


“Oooooh ... indah sekali ... “ ucap Mama sambil menciumi bibirku, “Terima kasih ya Sayang. “


Tampaknya Mama tidak menyadari bahwa aku belum ejakulasi.


Lalu kucabut konmtolku dari liang memek Mama. Kemudian turun dari bed dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi sambil menjinjing pakaianku.


Di kamar mandi aku kencing. Lalu kucuci kontolku yang berlepotan lendir memek Mama.


Kemudian kukenakan semua pakaianku. Dan keluar dari kamar mandi.


Kulihat Mama masih terkapar celentang di atas bed. Aku pun mengambil hapku dari bawah bantal, sambil berkata, “Mama bisa ditinggal sebentar di sini ? Aku ada urusan penting yang harus kuselesaikan di Jogja ini. “


“Iya, selesaikanlah urusanmu dulu Sayang. Mama malah ingin tidur dulu, karena masih terasa capek sekali, “ sahut Mama sambil memeluk bantal guling. Dalam keadaan masih telanjang bulat.






Beberapa saat kemudian aku sudah berada di dalam sedan punya Mamie, yang sudah kuluncurkan di jalan aspal. Menuju rumah Mbak Artini ... !


Mbak Artini yang mengenakan daster berwarna pink, tampak sedang menyiram pot - pot tanaman hias yang berderet di teras depan. Dan terkejut ketika melihatku turun dari mobil di dekat teras itu.


“Bona ?!” serunya dengan wajah ceria.


“Iya Tante. Sengaja WAnya tidak kubalas karena tadi aku sedang di jalan menuju ke sini. “


Lalu aku mengikuti Mbak Artini, melangkah masuk ke dalam rumahnya. Di ruang tamu, Mbak Artini sudah tak kuasa menahan diri. Ia memeluk dan menciumi bibirku. “Aku kangen sekali padamu, Sayang. “


“Sama ... aku juga kangen sekali. Hanya waktunya belum ada. Ini juga kebetulan sedang disuruh mengantarkan Mama ke Subang. Makanya kusuruh Mama istirahat dulu di hotel, karena aku ingin menjumpai kekasihku yang jelita dan seksi ini, “ sahutku sambil memegang kedua tangan Mbak Artini.


Lalu kami duduk berdampingan di sofa ruang keluarga.


“Mbak sudah mendengar berita dari Bu Lies ?”


“Berita apa ? Belum ada berita apa - apa Sayang. “


“Ternyata Mbak Ar ini tanteku. Karena aku ini anak kandung Bu Lies yang sekarang harus dipanggil Mamie olehku. “


“Haaaa ?! yang bener Sayang ... “


“Betul Mbak. Tanyakan saja langsung pada beliau kalau gak percaya sih. Dahulu sebelum terbang ke Hongkong sebagai calon TKW, Mamie pernah memberikan bayi kepada Bu Maryani. Bayi itu sudah diberi nama Fajar. Nah ... Fajar itu aku Mbak. Tapi sama Bu Maryani namaku diganti jadi Bona Perdana. “


“Ooooh ... iyaaaa ... iyaaaa ... ! Saat itu Mbak Lies masih sengsara hidupnya. Suaminya menghilang pula entah ke mana. Iya, iya ... aku masih ingat benar masalah itu Bon. “


“Jadi Mbak ini sebenarnya tanteku. Tapi hal itu jangan dijadikan kendala hubungan di antara kita berdua. Hubungan kita harus jalan terus ya Mbak. “


“Iya sih ... oooh ... ini bnenar - benar mengejutkan Bon. Tapi aku sudah telanjur cinta berat padamu Sayang. Meski pun kita tidak boleh menikah, tapi hubungan kita harus tetap jalan ya Bonaku Sayang. “


“Iya Mbak. Nanti deh kalau sedang banyak waktu kita rundingkan lagi masalah hubungan kita ini, “ ucapku sambil merayapkan tanganku ke balik daster pink Mbak Artini. Sampai menemukan celana dalam. Dan kuselinapkan tanganku ke balik celana dalam itu. Sampai menemukan celah memek Mbak Artini yang seharusnya kupanggil tantge Artini ini. “Jadi aku harus manggil apa nanti sama Mbak ya ? Manggil Tante atau Bulik ?”


“Aaaah ... soal panggilan sih jangan dipikirin. Apa aja ... mau manggil Mbok juga boleh. Hihihiii ... “


“Hush. Masa Mbok ? Emangnya Mbak bakul jamu ? Kalau kita sedang berdua aja, aku mau akan tetap manggil Mbak aja, tapi kalau ada orang lain mau manggil Tante ya. “


“Iya, iya. Terserah kamu aja Sayang. Yang penting cintaku jangan dicampakkan begitu saja. Bisa bunuh diri aku nanti kalau ditinggalkan olehmu. “


“Gak mungkin Mbak. Biar bagaimana Mbak ini sosok penting bagiku. Pertama, Mbak telah menyerahkan kesucian Mbak padaku. Kedua, aku takkan mungkin berjumpa dengan ibu kandungku kalau tidak ada Mbak. “


“Hmmm ... Mbak Lies pasti sayang sekali padamu setelah tau siapa dirimu ya ?”


“Iya, beliau sangat sayang padaku Mbak. Tapi nanti kalau ada telepon dari Mamie, jangan bilang Mbak sudah tau dariku. Jangan bilang juga kalau aku datang ke sini. Karena Mamie menyuruhku mengantarkan Mama pulang ke Subang. Bukan untuk menemui Mbak ... eh Tante ... “


“Hihihiii ... jadi aku jatuh cinta pada keponakanku sendiri ya ?” ucap Tante Artini sambil mencubit pipiku. Sementara jemariku mulai menyelundup ke dalam celah memek di balik celana dalam dan daster pinknya, “Ooooh ... Booon ... kalau sudah dicolok - colok gini aku langsung horny berat Boon .... “


“Ayo kita main. Kontolku juga udah ngaceng berat nih ... “ sahutku sambil mengeluarkan tanganku dari balik celana dalam dan daster pinknya.


Tante Artini bangkit berdiri sambil menarik pergelangan tanganku. Lalu mengajakku masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamarnya, Tante Artini melepaskan daster dan behanya. Celana dalamnya pun ditanggalkan. Sehingga tubuh tinggi montoknya menjadi telanjang bulat di depan mataku. Ketelanjangan yang senantiasa menggiurkan dan membangkitkan gairah birahiku.






Aku pun menelanjangi diriku sendiri. Lalu menerkam tubuh putih mulus yang menggiurkan itu, dengan segenap hasrat birahiku.


Untungnya tadi aku berjuang untuk menahan diri agar jangan ejakulasi di dalam memek Mama. Sehingga persetubuhan dengan Mama tadi bisa kuanggap sebagai foreplay belaka.


Kali ini aku benar - benar akan menyetubuhi Tante Artini dan akan dicrotkan di dalam liang memeknya yang tetap masih sempit menjepit ini.


Dengan segenap hasrat birahi kuemut pentil toket Tante Artini yang sebelah kiri, sementara tangan kiriku mulai meremas toket kanannya. Suhu badan Tante Artini pun mulai menghangat.


Terlebih setelah mulutku melorot turun ke arah pusar perutnya. Kujilati pusar perutnya sebentar, kemudian melorot turun lagi sampai mulutku berhadapan dengan memek tembemnya yang sangat indah dan tampak sedang tersenyum manis itu.


Sepasang paha putih mulus itu pun merenggang. Dan dengan lahap kujilati memek tembem yang bentuknya sangat indah itu.


Tante Artini mulai menggelinjang ... menggeliat - geliat erotis, dengan desah - desah nafasnya yang sudah lama kurindukan, “Aaaaaah ... Boooon... aku tetap cinta kamu Sayaaaang ... berat sekali cintaku ini padamu Bonaaaa ... aaaaa ... aaaaaah ... jangan terlalu lama jilatinnya ... aku sudah merindukan kontolmu Sayang ... rindu sekali pada kontoool kamuuuuu .... “


Aku pun hanya sebentar menjilati memek dan itil tante Artini. Lalu kuletakkan moncong kontolku di ambang mulut tempik tembemnya. Dan kudorong dengan sekuat tenaga.


Blesssssss .... kontolku melesak masuk sedikit demi sedikit ke dalam liang tempik yang luar biasa sempitnya ini.


Sesaat kemudian aku mulai mengentot tanteku yang usianya cuma beda enam tahun denganku ini.


Rintihan - rintihan histeris Tante Artini p;un mulai berkumandang di dalam kamar ini.


“Booonaaaa saayaaaang .... aaaaaaah .... aaaaaaa .... aaaaaah ... Boooonaaaaa ... aku makin cinta padamu Sayaaaang ... oooooohhhhh .... aku sudah sangat merindukan semuanya ini ... aaaa ... kontolmu selalu membuatku merinding dalam nikmaaaaat ... aaaaaaa ... aaaaah ... entotlah aku sepuasmu sayangkuuuuu ... aku cinta kamuuuu ... aku sayang kamuuuu ... entoooot terus sepuasmu Saaaayaaaaang ...iyaaaa... iyaaaa... iyaaaa... entooooot teruuuuusssssss ... “




Cerita ngewe dengan anak bos body montok

Namaku Fritanto Umur25 tahun aku bekerja diperusahaan Proyek pembangunan Mall dan Hotel aku masih lajang aku masih memiliki nafsu yang sangat mengebuh2 dikarenakan hanya bisa melampiaskan dengan coli, Tetapi semenjak kenal dengan Dita Aku menjadi berubah dan melalukan hubungan tubuh hampir setiap hari.

Dita adalah anak Bosku, umurnya maish 22 tahun dia kuliah diuniversitas ternama Dibandung, tubuhnya Bagus, Mulus, Dadanya montok, Pantatnya bahenol Semua serba Padat dan sintal siapa yang tidak tahan melihat tubuhnya. ditambah lagi setiap Dita kekantor aku melihat dia sering memakai rok yang hampir naik sampai pangkal pahanya membuat kontolku setiap pagi selalu ngaceng, tak jarang aku berusaha mengintip isi dalaman roknya.

Suatu hari Ketika aku sampaidi kantor, Aku melihat Dita sedang duduk sendiri tetapi tidak merapatkan kakinya malah agak sedikit dibuka lebar sehingga pahanya yang putih mulus dan memeknya yang ditutupi kegelapan rok pun terlihat, Nafsuku terpancing dan membara ingin sekali kuciumin pahanya.

Setelah beberapa hari berturut2 aku mengawasi tingkahnya dan kondisi, ini saatnya aku harus menikmati tubuhnya yang mulus idamanku sekali. Kuperkosa dia kamar mandi dan kugiring dia kedalam kantornya lalu kuentot

“Selamat pagi Dek Dita” Sapaku

“Ehh..iyah Selamat pagi pak Tanto” jawabnya

“Makin hari makin cantik aja yah dek, Malahan nambahh montok”

“Hehe, Bisa aja.. iyah nih sekarang makin berisi lihat aja rokku udah nggak muat nampung pantatku” katanya sambil mengelus2 pantatnya tetapi menghadap ke aku. Ketika kulihat sungguh indahnya bongkahan danging kenyal itu, Begitu Semok dan Padat membuatku semakin panas menikmati tubuhnya

“Iyah neng, apalagi waktu kamu jalan pantat kamu lengak-lengok” kataku

“Sudahh ahh, Yaudah aku mau kebelakang dulu pak” pamitnya langsung jalan.



Dengan penasaran kuikuti kemana dia tuju, lalu kulihat dia akan masuk kekamar mandi Niat jahatku pun mulai keluar aku ingin memperkosanya dikamar mandi karena dibelakang cukup sepi. kuikuti pelan2 sampai akhirnya aku tepat waktu dia masuk kekamar mandi lalu kututup mulutnya dan kukuci cepat pintu, kusingkapkan Roknya yang tipis ternyata dia sudah tidak memakai CD dari tadi langsung kubelai bibir memeknya yang tebal dita hanya bisa merontah tetapi tidak teriak!

“Sshhhh Jangann, Janngann!! Aaahh Jangann perkosa aku pak tanto!”mohonnya tetapi aku tidak perduli lalu mengangkatnya keatas wastafel sambil menurunkan celana dalamnya

“Sudahh Dita, Kamu jangan teriak dan melawan yah.. Aku tau kamu juga pengen” kataku

“Aahh, Pakk! Kenapa harus kasar gini? kalau baik2 kan aku mau Pak!” jawabnya tak sadar sudah mengangkang

Aku tak tahan lagi langsung kujalan tubuh Dita aku pun mulai menciumi lehernya. Rina mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Dita makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Memeknya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.

“Uuuhh.. mmhh..Aahhss” Dita menggelinjang.

Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariah cerita bokep ku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.

Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Dita yang mengelus belakang kepalaku nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Dita. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehh.. mmaahh..Uuuhh Ashhh ooohh,” tangan Dita meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.

Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.

“Ooohh.. aduuhh..,” Dita mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.

Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Dita akan terlonjak dan nafas Dita seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Dita tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Dita.

“Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Dita membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.

Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya.

Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Dita dan sebentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan pantatku dari belakang.
Baca Juga : Hangat Nya Tubuh Mbak Nia

“Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”

Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini.

Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk.



Sebentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.

“Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”

Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Dita lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Dita sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Dita segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Dita makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

Setelah tubuh Dita melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Dita tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme cerita bokep.

“Aduh, Maass tantttoo. Dita lemes. Tapi enak banget.”

Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Dita yang masih amat kencang

 





DATA KELUARAN TOGEL SINGAPORE 2023
Senin Rabu Kamis Sabtu Minggu

8361 2452 2421 6038 7086
6796 8221 4933 3442 2877
5619 8018 4592 8315 0300
1260 6582 5336 0693 8948
8032 9139 7964 6738 7070
5969 9929 7029 2096 0580
5969 4761 6658 2575 0868
0717 6650 4847 2257 2268
8347 4585 6581 9614 8013
5343 7493 0975 7982 0691
8108 1905 4096 5774 4433
3150 0027 7687 3015 5794
1159 2443 0054 7517 5598
5641 1783 8832 4577 8090
2724 1946 1403 7867 9226
8343 6679 5775 1878 2088
1873 4203 9291 9889 8531
5883 2895 6506 6517 9399
9460 2386 7983 5112 1401
9179 0197 1422 3668 9938
1263 8608 2715 9356 3041
3099 7733 8527 2909 1192
2067 5860 2771 0086 2728
0779 5756 2815 2200 0880
3226 4193 7968 9776 1161
2757 7851 1796 7589 5756
4573 5260 4232 0363 9480
8287 9878 6170 3785 3833
2743 4234 6317 8185 0653
3852 9517 1130 8887 5315
2405    

 

 


Data Keluaran HK 2023

Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
7247 8468 2954 4006 6689 4791 0978
1872 6183 2662 9356 8380 7208 0624
4005 3297 7654 3850 4174 9240 8637
7363 3574 9396 5035 6693 5562 4807
0521 5604 4585 1513 9215 7123 4832
0865 5619 6117 9858 8834 5331 3110
2251 3805 9973 5734 1047 5009 3726
7301 9892 6295 9079 8367 6337 0149
5445 1673 2030 2642 4018 1579 3281
7184 0646 8499 7820 4133 3697 6138
6368 0413 2083 1971 9320 4782 1791
7248 8415 4627 5170 3802 7587 2980
9236 0655 3101 5964 4453 6814 1288
2049 0574 4653 3938 2985 1429 6474
7859 8266 3678 8699 9213 0169 2894
3325 4781 8028 0413 7911 6546 1444
5628 9571 4237 2823 9064 4739 5480
0627 7368 3017 8573 0121 5098 4813
0903 7095 6371 1600 8287 4710 6742
9301 2490 1295 1498 8674 5983 0364
9146 6022 2701 7862 4608 8177 1356
9545 0492 5124 6409 0626 7089 1964
4178 7752 4611 1337 8949 3591 2185
6952 1890 3458 2919 4466 5601 9082
0586 8124 3462 7858 1277 5334 3596
6617 7153 4502 0721 9372 2830 4298
1580 3044 0703 5356 1603 6025 3862
7348 1653 3461 5604 5247 0874 2418
9097 2416 6923 8788 8651 2703 5894
4361 7430 0954 1384 8690 9622 3879
6840

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.